d. Fungsi Seni Tari


D.     Fungsi Seni Tari

Seni tari tidak sekedar ungkapan/ekspresi spontan tatkala senang dan sedih. Tari berkembang sesuai dengan kebutuhan sosial sehingga mempunyai fungsi yang lebih penting dalam kehidupan masyakat.
Tari memiliki fungsi  sebagai sarana upacara adat dan realigi. Berbagai upacara yang berkaitan dengan perburuan, peperangan, kenaikan tahta, pergantian musim, saat tanam dan panen,kelahiran,bahkan kematian,memiliki tarian sendiri-sendiri. Komposisi tarinya melingkar,berjajar, atau berbaris. Contoh: Tari ratep (minta hujan,Madura).



Fugsi tari yang paling kita kenal yakni sebagai sarana pertunjukan. Di sini tari berguna untuk menghibur masyarakat luas. Dari sinilah para seniman tari bisa berkembang. Sebagai sarana pertunjukkan, tari dibagi 2. Tari hiburan atau tontonan rakyat disusun agar rakyat bergembira. Geraknya lincah dan semarak. Irama, rias, busana, dan komposisi meriah. Contoh : tari jaipongan ( Jabar ), tari janger ( Bali ) dll.



Sebagai media pendidikan, tari dapat membentuk keseimbangan emosi, keterampilan, dan toleransi. Fungsi inilah yang kemudian melahirkan sanggar-sanggar tari. Disamping itu pribadinya juga dapat terbentuk dalam menjaga dan menghormati budaya dan bangsa lain. Pembinaan generasi penerus yang cinta budaya sendiri dapat dilakukan lewat festival kesenian keluar negeri.
Peran tari bagi masyarakat diantaranya sebagai pemersatu.
Dalam acara perayaan, warga berkumpul, menari, dan bergembira bersama dengan gerak selaras. Lewat tarian ini warga berinteraksi, bergaul menciptakan hubungan yang lebih baik. Tari juga menjadi symbol atau maskot daerah. Tari sebagai salah satu asset pariwisata juga turut meningkatkan devisa Negara. Seni tari dapat menjadi sarana pemersatu bangsa, media penerangan, media terapi penyembuhan, pembentukan tubuh, sarana kesehatan, bahkan sebagai sarana komunikasi yang mengasyikkan.

0 komentar:



Poskan Komentar